Senin, 07 Maret 2011

Masa Penjajahan Belanda di Indonesia

1. Cornelis de Houtman seorang asal Belanda yang memimpin kapal Belanda menuju ke Indonesia dan tiba di banten pada 27 Juni 1596.

2. Compagnie Van Verre (yang berarti "Perusahaan jarak jauh") di dirikan pada tahun 1594, mereka mendirikan compagnie van Verre setelah Cornelis de Houtman menemukan informasi tentang banten yang memiliki banyak rempah-rempah.

3. VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie / Perserikatan Perusahaan Hindia Timur atau Perusahaan Hindia Timur Belanda) yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah perusahaan Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia.

4. De Heeren Zeventien (tuan-tuan tujuhbelas) adalah dewan direksi yang mengendalikan VOC yang berpusat di dari Amsterdam dan Middelburg.

5. Pieter Both adalah wakil VOC pertama di Hindia dan bisa pula dikatakan Gubernur-Jenderal pertama Hindia-Belanda. Ia memerintah antara tahun.

6. Hak Octrooi adalah hak tunggal (octrooi) untuk perdagangan dan pelayaran ke Asia yang di berikan oleh Staten-Generaal kepada VOC. Ini artinya tidak boleh ada pihak lain yang boleh melakukan hal sama, kecuali VOC.

7. Jan Pieterszoon Coen adalah Gubernur-Jendral Hindia-Belanda yang keempat dan keenam ia memerintah antara tahun 16191623, masa jabatan yang kedua berlangsung antara tahun 16271629. Pada tanggal 30 Mei 1619 dia menaklukkan Jayakarta.

8. Batavia adalah nama Jayakarta setelah di taklukkan oleh Jan Pieterszoon Coen pada tahun 1619

9. Sultan Agung adalah raja Kerajaan Mataram yang mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahannya (1613–1645) Sultan Agung mengadakan penyerangan ke Batavia pertama kali pada tahun 1628.

10. Perjanjian Gianti, tahun 1755. adalah kesepakatan antara VOC, pihak Mataram (diwakili oleh Sunan Pakubuwana III) Isi : Kerajaan mataram dibagi menjadi dua bagian yaitu Yogyakarta dan Surakarta.

11. Tahun 1799 VOC resmi dibubarkan dan pemerintah Belanda (saat itu republic Bataaf) mencabut hak-hak VOC.

12. Van der Capellen adalah Gubernur Jenderal Belanda yang ke 41 pada thun 1819—1826

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jangan lupa komentar ya